Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta : 20 tahun cerpen pilihan Kompas
Cerpen "Salawat Dedaunan" dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi. Kemuraman religiositas masyarakat disikapi dengan cara-cara yang amat "nglakoni". Berbuat adalah cara paling baik untuk mendorong sebuah perubahan sikap. Kendati perubahan sikap masyarakat kemudian terjadi karena alasan berbeda, dorongan untuk berubah itu dipicu oleh tindakan tak kenal menyerah. "Kurang-kurang di Langit Jakarta" mengunyah simbolisasi itu menjadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Cerpen ini melukiskan realitas tragedi dengan cara-cara yang romantik, tetapi menggugah.
No other version available