Indonesia Gitu Banget merupakan kumpulan komik strip Mice Cartoon yang sebelumnya pernah ditayangkan di surat kabar Kompas Minggu secara berkala. Komik strip ini menceritakan kisah-kisah yang relate dengan orang banyak di Indonesia yang dinamis ini.
I was hurt and I healed myself. I made room to stay, but you prefer to force the pull away. I persevered even though you often tried to tear down the fortifications I built. Until I finally realized, I was sincere to the wrong person. I loved it all the time. I've never really been worth it to you.
Buku ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi anak dan menumbuhkan minat baca mereka. Program literasi yang bertujuan untuk mendorong anak-anak indonesia menjadi pribadi unggul dan luhur
Philip, Dinah, Jack, maupun Lucy-Ann tidak mengira bahwa perjalanan dengan kapal pesiar Viking Star akan membawa mereka ke dalam petualangan baru yang menegangkan. Ketika mereka singgah di Pulau Amulis, Lucy-Ann membeli hiasan kapal dalam botol sebagai hadiah ulang tahun Philip. Di dalam kapal-kapalan tua itu ternyata ada peta kuno yang membawa mereka ke pulau mati, kota kuno yang rusak, pen…
Philip, Jack, Dinah dan Lucy-Ann yang berlibur ke Craggy- Tops sama sekali tidak mengira akan menjumpai begitu banyak hal yang mengejutkan. Tinggal dalam sebuah rumah tua separuh bobrok di atas karang terjal, sudah merupakan keasyikan tersendiri bagi mereka. Belum lagi ditambah dengan pelayan aneh berkulit hitam, Pulau Suram yang misterius, dengan tambang tembaga yang sudah lama terlupakan s…
When Bertie Bear gets into trouble for not sharing his toys, he decides to spend the night in a tree. Bertie is a little lonely, but then he discovers that he is in an unusual tree. When he's hungry, pancakes appear, and when he's cold, there's a blanket to snuggle into. Could the tree be magic? Bertie Bear learns all about the magic of sharing in this charming story.
Aduuuh! Perut Rendi tiba-tiba melilit. Kak Siska segera mengambil stetoskop dan siap memeriksa Rendi. Kira-kira, Rendi kenapa, ya? Ayo, ikuti keseruan Kak Siska dan Rendi di dalam buku ini. Temukan cara menjaga kesehatan dan tips cuci tangan yang baik.
Antologi cerpen karya siswa/siswi kelas 6 Sekolah Alam Bogor dalam memperingati hari bumi. Cerpen yang menceritakan bagaimana menjaga dan melestarikan lingkung yang dimulai lingkup yang sering kita jumpai sehari-hari, seperti kewajiban membuang sampah pada tempatnya dan usaha mengurangi penggunaan plastik, bencana-bencana yang terjadi di bumi yang diakibatkan oleh manusia, penggambaran keserak…
Ambillah alat tulismu, lupakan dulu tata bahasa dan tanda baca. Tulis dan tulis saja sepanjang yang yang kamu inginkan. Bagaimana jika salah? Jangan takut membuat kesalahan. Nanti, kan, bisa dibenahi. Bagaimana jika idenya tidak bagus? Ide yang tidak bagus jauh lebih bagus daripada ide yang tidak dituliskan. Yang penting sekarang, tulislah ceritamu, bermain-mainlah dengan kata-kata. Sebebas-beb…
Menulis itu semakin berlatih semakin lancar. Buku 286 Ide untuk Ceritamu berisi pancingan ide yang bisa menjadi teman untuk latihan menulis. Ada 31 kata sebagai ide menulis setiap hari. Ada pancingan untuk menulis tiap pekan. Juga pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi tulisan yang panjang. Lewat mantra "Tuliskanlah sepanjang yang kamu mau. Ceritakanlah sebanyak yang kamu ingin", Re…
Sayap-Sayap berisi cerita-cerita menakjubkan yang ditulis oleh 10 Kawan Kecil pemenang sayembara menulis cerita anak. Ada juga empat cerita istimewa dari Reda Gaudiamo dan Djokolelono!
Meps paling gemes kalau ada yang bilang kita, padahal maksudnya kami. Kalau ada yang bilang kita padahal maksudnya kami, Meps akan bilang begini, “Kita, kita… Memangnya saya ikut? Memangnya kamu bersama saya? Kan nggak. Harusnya kamu bilang kami, bukan kita. Kalau kita, nanti saya ikut lho. Kamu nggak mau kan saya ikutan?” Tentu dia tidak mau, Meps. Soal kita-kamu-k…
Buku ini berisi catatan-catatan Na Willa tentang dunia yang dilihat dari kaca matanya, di sebuah masa ketika dari radio terdengar lagu-lagu Lilis Suryani dan kasur kapuk dijemur lalu dipukul dengan rotan.
Na Willa duduk sendiri di sekolah, membaca Wiro, sementara anak lain asyik bermain. Kini ia di Jakarta, jauh dari rumah di dalam gang, jauh dari teman masa kecilnya, dan hari-harinya dimulai dengan murung. Hingga suatu kali Na Willa berjumpa dengan anak yang menghitung jumlah kaki kursi, anjing kecil yang bisa berubah warna, bibi yang biara dalam bahasa yang tak ia pahami, paman yang membawa…
Na Willa bahagia tinggal di rumah kecilnya di dalam gang. Hingga suatu hari Pak memberi kabar yang membuat dunia kecilnya terguncang