Tirsa duduk mematung di tengah hiruk pikuk suasana Kampung Sikka. Dengan mata sayu, dia memandangi orang-orang yang hendak berburu cacing laut. Anak-anak mengiringi kemeriahan itu dengan melantunkan lagu Ole O Ina Nona. Oh, batin Tirsa tersiksa! Nada-nada itu membangkitkan jutaan kenangan serta kerinduan yang teramat dalam di benaknya.
Dayung ke kiri, dayung ke kanan. Itu yang akan dilakukan Pantar kalau dia mendayung jukungnya nanti. Namun, Umai dan Bapa belum mengizinkannya. Dia masih kecil. Apakah Pantar bisa mencapai keinginannya? Ayo, ikuti perjalanan Pantar bersama Potot, anjingnya!
Kita bisa beri seribu alasan netral untuk anak agar tahu dunia ini plural. Di dunia ini orang tidak perlu sama dan tidak apa-apa. Dunia terlalu luas, tak perlu diberi sekat apalagi dibuat sepakat. Kita beragam, tak perlu jadi seragam. Buku yang mengangkat tema perbedaan untuk anak-anak mulai usia 4 tahun.
From bustling urban campuses to remote community schools, these 18 stories offer candid, behind-the-scenes looks at the challenges and triumphs of leading educational change in one of the world's most dynamic and diverse nations. Leadership Beyond the Classroom distills the collective wisdom of Indonesia's most respected school leaders; leaders who have transformed schools not just through po…
Buku cerita ini mengangkat kisah seekor anak owa jawa yang kehilangan Ibunya akibat campur tangan manusia. Disusun sebagai media edukasi konservasi, buku ini bertujuan menumbuhkan empai anak terhadap satwa liar dan mengenalkan pesan penting bahwa owa bukan hewan peliharaan.
The book Speak Indonesian with Confidence - A Practical Handbook for who are interesred in learning Bahasa Indonesia effectively and enjoyably. Compiled using a communicative approach, this book presents various everyday dialogues, important vocabulary, and cultural notes that help readers understand the social context and customs of Indonesian society.
Buku ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi anak dan menumbuhkan minat baca mereka. Program literasi yang bertujuan untuk mendorong anak-anak indonesia menjadi pribadi unggul dan luhur
Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. Sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam ..., akan tetapi, sajak-sajak yang terdapat dalam pelbagai buku itu sekarang disatukan dalam Aku ini Binatang Jalang.
penyusun, Drs. Imam Suhardiman.
Nada dan lirik lagu bagaikan belahan jiwa. Tidak pernah bisa terpisahkan. Malah beberapa lagu menjadi abadi karena liriknya yang begitu kuat dan maut. Setiap kali kita mendengarnya, selalu saja terlintas satu kenangan, yang membuat kita tersenyum, melamun dan bahkan meneteskan air mata. Kadang lagu tertentu menjadi tirai kehidupan. Yang membatasi babak-babak kehidupan kita.rnrnSatu nama, yang p…
Experience life in Java through the eyes of W. Barrington D'Almeida, a British colonial officer stationed on the island in the late 19th century. This book provides an insightful look at Javanese culture and society, as well as the complexities of colonial rule. Featuring stunning illustrations and vivid descriptions, this book is a must-read for anyone interested in Southeast Asian history and…
Greetings from Jakarta: Postcards of a Capital 1900-1950 is the most comprehensive visual record of Jakarta ever published covering the first half of the twentieth century which was also the last half century of colonial rule. Four hundred and sixty postcards from the author's own collection are brought together here to reveal a city that has largely vanished and is barely recognizable even to …
Portraits of a Capital 1950-1980 shows the evolution of Jakarta during the first three decades after Indonesian independence (1945) and the recognition of national sovereignty by the Dutch (1949) had finally been achieved. It reveals the capital city of a newly independent nation throwing off its colonial inheritance to build a bold new capital that for President Sukarno would be a “beacon”…
Masuk ke dalam hutan belantata, mengusir para penebang pohon, ikut berburu kancil, landak, dan ular! Semua itu Butet lakukan agar bisa dekat dengan suku Orang Rimba. Ikuti keseruan Butet Manurung saat mendirikan Sokola Rimba!
Awang biasa bermain di depan rumah tua di ujung jalan yang sudah lama tak berpenghuni. Namun, sekarang ia tidak berani mendekati rumah itu karena ada “bayangan” menyeramkan yang sering kali dilihatnya dari jendela rumah, disertai dengan suara-suara lirih yang tak jarang terdengar. Setelah menceritakan kejadian itu pada ibunya, Awang dan ibu mendatangi rumah tua itu untuk mencari tahu mister…